Tentang manusia (3)

“Manusia dan kewarasan”

 

Apabila Plato mengidam-idamkan manusia yang cinta pada kebenaran, keindahan, dan kebaikan, aku mengidam-idamkan menjadi manusia yang waras. Jika aku menjadi salah satu murid Plato, mungkin aku akan bilang: manusia memang harus menuju pada cinta akan kebenaran dan kebaikan. Namun, untuk menuju ke situ pertama-tama manusia harus waras.

Pertama, waras bahwa dirinya adalah manusia dan bukan hewan. Ia tahu bahwa dirinya mempunyai ciri-ciri fisik sebagai seorang manusia. Yang lebih terpenting yang menjadi point kedua, ia juga tahu dan melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan identitasnya sebagai manusia.

Persentase mutlak semua dari kita paham betul bahwa kita adalah manusia. Namun, tidak seratus persen manusia waras akan labelnya sebagai manusia.

Manusia, menurut filsuf kenamaan itu, menginginkan manusia bisa mempunyai cinta. Bukan sembarang cinta, tapi cinta akan Yang Ilahi dan Yang Baik. Manusia mempunyai jiwa yang menjadi prinsip hidup dan kesadaran, mengalahkan badani. Hakikat tertinggi manusia yang tidak satupun bisa dibantah. Siapa yang tidak mau hidup luhur lagi mulia seperti itu?

Ya, keluhuran  hanya bisa dipenuhi oleh manusia yang waras. Bukan badannya yang waras, tapi jiwanya. Jiwa yang waras akan mendorong manusia tersebut enggan untuk mencuri meski ia mempunyai kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Jiwa yang waras akan mendorong manusia untuk mengatakan tidak meski ia digoda dengan perantara seribu bidadari. Jiwa yang waras akan selalu memiliki rumah untuk pulang, yaitu kebahagiaan.

Apakah aku sudah waras? Aku berjuang untuk waras. Aku berjuang untuk melawan ketidakwarasan. Kewarasan tidak datang dengan sendirinya dalam kondisi gelas yang terisi penuh. Jatuh bangun jatuh bangun dan jatuh lagi sudah lagu lama yang menjadi intro. Berusaha untuk kembali waras dengan bangun kembali adalah chorus. Merawat kewarasan yang sudah ada adalah reff.

Apakah mudah? Tentu tidak. Karena hal yang mudah hanya ilusi kawan. Bahkan kita harus berjuang untuk mencapai orgasme, entah itu sendiri ataupun dengan partner.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: